Melatih Gajah

Ada seekor gajah, tubuhnya sehat dan besar, tabiatnya sangat penurut, Raja sangat sayang kepadanya, dan mendirikan sebuah pemukiman yang cantik sebagai rumahnya.

Ada sekelompok perampok yang tertarik kepada pemukiman gajah  yang sangat tenang dan sunyi, beberapa malam berikutnya kelompok perampok ini berkumpul disana membahas cara membobol rumah orang, seperti bagaimana merusak pintu orang, menembak orang, bagaimana melarikan diri serta jika kepergok orang lain bagaimana cara melawan dan membunuh saksi mata dan sebagainya!

Karena gajah mendengar pembicaraan mereka yang kasar dan buas, sifat gajah berubah menjadi emosional, melihat orang maka akan menyerang orang dengan belalainya menyerang orang, melihat binatang kecil selalu menginjaknya, sifatnya seperti telah berubah menjadi gila.

Penjaga gajah segera melaporkan hal ini kepada raja, mendengar hal ini raja menjadi khawatir, gajah yang demikian penurut kenapa bisa menjadi demikian? Ada seorang menteri yang  bijaksana bersedia  menyelidiki keadaan ini.

Menteri ini sampai dipemukiman gajah, memeriksa keadaan gajah, gajah ini kulit dan tubuhnya semuanya kelihatan sangat sehat dan normal, sama sekali tidak sakit, kenapa bisa berubah menjadi demikian emosional?

Dia berpikir, lalu bertanya kepada penjaga gajah, “Dalam waktu dekat ini apakah disekeliling pemukiman gajah ini ada kelainan, apakah ada orang asing yang selalu berlalu lalang?”

“Ada! Ada! Beberapa waktu ini ada sekelompok orang yang selalu berbicara didekat pemukiman ini tetapi saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan? Mereka kelihatannya bukan orang baik-baik.” Setelah menteri mendengar penjelasan penjaga gajah segera mengerti, “Oh ya, sekarang saya mengerti sebabnya.”

Menteri lalu melaporkan hal ini kepada raja, “Baginda, keadaan fisik gajah sangat sehat, tetapi pikirannya terganggu oleh pembicaraan sekelompok orang jahat, sehingga menjadi cepat emosional, saya pikir lebih bagus mengundang seseorang yang bijaksana dan berilmu tinggi berbicara dengannya, dengan demikian bisa membuat sifat baiknya kembali seperti semula.”

Raja lalu mengundang seorang yang bijaksana dan berkarakter santun, setiap hari berbicara hal yang baik dan arif, beberapa waktu kemudian gajah berubah menjadi tenang, kembali kepada sifat penurutnya yang semula.

Memang keadaan lingkungan  bisa dengan cepat mempengaruhi orang, berada dilingkungan orang jahat orang yang betapa baikpun segera dapat berubah menjadi orang jahat, selalu berada di lingkungan orang yang baik dan berbicara dengan arif dengan segera kitapun dapat berubah menjadi baik dan berbicara dengan arif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: